lough erin shore

lough erin shore
berceloteh dan berceloteh serta berceloteh.

Thursday, January 28, 2010

pahlawanku bernama Pa Aji

Pa Aji

“Yah mah, kok ada Pa Aji?” dengan ekspresi malas dan kecewa aku ungkapkan kepada mama setiap hari kamis dan senin. Yap, hari itu adalah hari aku dan adik mengaji. Walaupun aku juga bersekolah agama (Taman Pendidikan Al-quran Pupuk Kujang) setiap sore, mama tetap mewajibkan untuk mengaji dengan pa Aji.
Bapak Alm. Haji Muhibat namanya, sudah lanjut usia  namun tidak renta. Alm. Pa Aji, sudah mengajar mengaji dan baca tulis Iqro sejak aku playgroup. Aku sudah tidak ingat berapa usianya ketika Alm. Pa Aji mulai mengajar, yang jelas mama bilang sudah memasuki dekade ketujuh. Alm. Pa Aji setia untuk datang 2 kali seminggu dengan ciri khasnya;  tubuh tegap dan kokoh menjinjing payung melangkah mantap penuh karisma. Beliau kerumahku dengan berjalan kaki di sepanjang komplek sampai rumah padahal waktu itu rumahku jauh sekali dari gerbang utama.
Setiap pa Aji datang aku sering bersembunyi atau pura-pura sakit atau lari kabur keluar untk bermain bersama teman-teman. Akhirnya hanya mama yang mengaji atau pulang tanpa hasil (karena aku yang main dan mama sedang haid). Tetapi minggu depannya pa Aji tetap datang seperti biasa dengan senyum gurat semangat tanpa pernah kecewa. Dalam mengaji sering sekali pa Aji tertidur saat membaca ayat dan kesempatan itu aku gunakan untuk memanipulasi ayat walhasil saat pa Aji membuka mata aku sudah mengucap “shodaqallahulladzim” dan menutup Quran. Pa Aji percaya saja padaku dan akhirnya menyelesaikan tadarus dengan berdoa. Jika kuingat-ingat lagi sekarang hal itu (dan masih banyak hal lainnya) benar-benar menyesakkan rasanya mengurai penyesalan.



Beranjak dewasa aku pindah untuk bersekolah di SMA Bandung. Saatnya aku meninggalkan pa Aji yang sudah 1 dekade lebih mengajar. Jarang aku mengingat pa Aji apalagi dalam kondisiku yang dalam masa remaja pubertas  sedang beger. Tapi pa Aji selalu mengirim salam kangen padaku melalui mama. Jika aku pulang atau berlibur ke Cikampek, mama selalu mempertemukan kembali dengan memanggil pa Aji kerumah. Pelan-pelan kuikuti doa2nya dan selalu mengaji sampai Ain. (Alhamdulillah. =p). Usai mengaji pa Aji selalu mengecup kepalaku dengan mengucap doa entah apa yang dia panjatkan kepada ya Rabb.
Suatu kali saat liburan berikutnya, Pa Aji meminta sepeda ungu milikku ~ yang teronggok manis di gudang rumah tak terpakai ~ dan aku meng-iya-kan keinginannya. Kemudian tahun berselang sampai aku tidak tahu kabar pa Aji dan belum juga mengamanahkan sepeda kepada mama atau papa untuk diberikan kepada pa Aji. Hingga suatu hari terdengar kabar pa Aji masuk rumah sakit (aku lupa penyakitnya). Aku kaget dan sedih sedalam-dalamnya serta merta menjenguk Pa Aji ke Cikampek. Dengan rambutnya yang memutih dan senyumnya yang merekah Pa Aji menyambutku ramah. Wah beliau masih ingat dengan tetap memanggilku teteh. Terharu rasanya. Pa Aji sudah kuanggap kakek kandungku sendiri.
Inalillahi Wa Inna Illaihi Rajiun, pada hari Jumat pa Aji berpulang ke Rakhmatullah. Hari yang indah bagi mereka yang merasakan dimana aku ikhlas melepas pa Aji dengan batin yang didera penyesalan akan sebuah alasan bahwa sampai akhir hayatnya pa Aji belum menerima sepeda ungu milikku. Maaf pa Aji, sungguh maaf. Semoga engkau tidak pernah marah padaku yang melupakan sebuah amanah.

Aku sangat sayang pa Aji dan akan selalu mendoakan.

Didedikasikan untuk Bapak Alm. Hj. Muhibat atas seluruh doa dan kasih sayangnya untukku sedari kecil.

. Ananda Alda .

100 hari untuk direnungi

28 Januari 2010.
Sudah 5 tahun rakyat kita dibohongi, Sudah 5 tahun rakyat kita dikibuli. Lapor, Lawan2..hancurkan rezim”. (jinggle yang diteriakan berulang oleh sebuah golongan beragama, miris). Mereka datang dari berbagai golongan dimana mayoritas adalah kaum pelajar berjas almamater sepertiku. Aku tidak mengerti apa yang ada dipikiran mereka sungguh. Apa dengan membakar ban bisa memuas hasrat mereka? Apakah dengan usahanya membakar poster bergambar presiden bisa menyelamatkan rakyat? Apakah menuntutdengan berteriak-teriak via TOA bisa mendapat telinga dan simpati rakyat? Apakah  isi orasi mereka tersampaikan secara nyata kepada presiden? Apakah dengan menginjak-injak keranda jenazah ~ yang disimbolkan sebagai matinya hak asasi manusia ~ akan mengobati keadaan? Aku berdesir dan bergidik seram atas mereka yang bertindak radikal. Aku takut jika terjadi pergeseran maknanya secara progresif menjadi anarki.
            Lidahku kelu dan kalut, ya hanya bisa itu, mengingat tidak ada tindakan nyata yang bisa dilakukan. CAP PEMERINTAHAN GAGAL terlanjur menempel di jidat petinggi; gagal menyejahterakan petani buruh nelayan, gagal mencerdaskan kehidupan bangsa, gagal memberantas korupsi, dan sederet logo gagal lainnya. Coba dilihat dan dipahami maknanya tidak hanya menimbang secara logika- setidaknya mereka berempati bahwa menjalankan sebuah rumah tangga itu berat dan susah. Unjuk rasa 100 hari pemerintahan presiden ini mencoret2 usik batinku. Aku memang besar disini dimana laiknya pemandangan kelabu sudah mahfum dan lazim. Aku, sejujurnya-pun memang tidak mengerti akan politik, tapi aku ingin rumahku tenang, aku ingin rumahku damai dimana seluruh anggota didalamnya saling mencintai dan mengasihi.



·        Apakah hari ini dan esok tidak ada cara selain demonstrasi model begini??



Wahai kertas putih tolong beritahu caranya, utarakan maknanya dan torehkan tintanya.

Selamat Jalan Darryl. :')

22 Januari 2010
            Pukul 17.50 WIB aku dikabari papa sebuah berita mengejutkan melalui telepon seluler. Batinku menangis terdiam. Innalillahi Wa Inna Illaihi Rajiun, bayi mungil cucu pertama, keponakan pertama, dan juga sepupu yang telah kutunggu kehadirannya di dunia, Darryl Abiyu meninggal dunia sudah 2 hari dalam kandungan (20 januari 2010). 

Hari itu, kamar 324 RS. Internasional Bintaro berselimut saput kelabu. Prima Ashari, nini Betty, dan Aki Jana menyusul ke Jakarta dengan perasaan duka mendalam. Masih berkelebat dalam ingatanku perihal analisa dokter yang menyebutkan bahwa kemungkinan terjadi penggumpalan darah dan tekanan yang tinggi di otak sehingga tubuhnya tidak kuat bertahan, dan perihal lainnya dimana hidung Darryl mengeluarkan darah. Aku lemas, terbayang dalam memori terdalam tak terperi. Jika boleh memilih ingin rasanya aku menanggung derita dan menggantikan Darryl. Siapapun lebih memilih hal itu termasuk ayah dan ibunya. Tapi apa daya untuk  menghalau kehendak-Nya. 

Dalam persembunyiannya, hati mereka kalut dan menangis sedih menelusuri maknanya, hanyut akan kuasa-Nya yang tidak bisa dihindari. Kedatangan mereka ~ para pembesar hati yang bertawakal dan ikhlas melepas Darryl ~ membuat bahu Mang Agung senantiasa kokoh kembali ke tempatnya dan membelai Teh Mita dengan wujud cinta kasih nyata dan lapang dada.
Kita tidak akan pernah tahu kapan kita hidup dan meninggal; hari lahirpun bisa jadi hari meninggalnya manusia. Darryl adalah kekasih dan Abiyu bermakna mulia. Benar-benar sesuai dengan namanya yaitu kekasih yang mulia ~ kekasih Allah. Allah selaiknya sangat sayang kepada Darryl. Walaupun hidupnya tidak lama dari kita semua tapi Darryl memiliki kesan mendalam dan memberikan hikmah yang luar biasa bagi banyak orang.” (Prima Ashari, 08.39 WIB)



23 Januari 2010, Darryl dimakamkan di TPU. Tanah Kusir Jakarta.



Selamat Tinggal Darryl, teh Alda yakin sekali Darryl sudah mendapat tempat selayaknya syurga di sisi Allah. AMIN.

Wednesday, January 27, 2010

rainbow. =)

Sabtu, 23 Januari 2010 pukul 17.42 WIB saya bersama sepupu Laras Ahsa Nadine dibuat terkesima. Kami beroleh  kesempatan melihat pelangi! Ini kedua kalinya saya melihat seumur hidup. Pelangi hanya dapat dilihat saat hujan bersamaan dengan matahari bersinar, tapi dari sisi yang berlawanan dengan kita sang pengamat. Posisi kita harus berada diantara matahari dan tetesan air dengan matahari dibelakang kita. Matahari, mata kita dan pusat busur pelangi harus berada dalam satu garis lurus. Cahaya putih yang berasal dari sinar matahari dibiaskan menjadi beberapa warna. Peristiwa pembiasan itu sendiri terjadi karena adanya cahaya yang melalui dua medium yang berbeda atau lebih (dalam hal ini adalah udara dan air). Pelangi terjadi karena cahaya yang merupakan gelombang pada saat melalu air, mangalami perubahan panjang gelombang. Nah, perubahan panjang gelombang inilah yang menyebabkan terjadinya beberapa warna. Berbagai panjang gelombang cahaya yang terjadi direspon oleh mata kita sebagai merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Panjang gelombang cahaya ini membentuk pita garis-garis paralel. Pita inilah yang disebut dengan spektrum.
Pelangi jika saya mengibaratkan dalam sebuah metaphor adalah bentuk keindahan Tuhan yang ingin disampaikan pada makhluk-Nya yang  ditorehkan warnanya melalui crayon atau kuas pada kanvas langit semesta alam, seakan membuktikan bahwa ada Dzat Maha Penguasa di alam semesta raya. Sejenak saya bersyukur bisa mengabadikannya dalam memori, karena 2 menit berselang kemudian pelangi sudah hilang tertutup tirai langit yang kelabu.





setiap sembilan juni

    setiap sembilan juni sambil mengecup pipi, mama selalu tanya pertanyaan berulang yang bagi saya semakin dirasa penting setiap inti katanya.

"alda, kamu ingin apa?"

alda 0th (post natal): menangis karena haus. lapar, kedinginan . cuma pengen mama. that's it.

alda 5th: "mama..mau polly pocket lagi.. yang studio nari sama butik aku belum punya , barbie-ken sama rumah & alat2nya juga mau lagi yang itu.." (nunjuk etalase toko mainan favoritku toys r'us) (kalo ngga dibeliin ngambek sejadi2nya)

alda 10th: "mau jadi pengacara kaya tante chandra motik keren yaa mah!"

alda 15th: "pengen jadi dokter mah, banyak uangnya."
hadeuuh.

alda 20th: "mau berprofesi jadi ibu sesungguhnya."
InsyaAllah.

alda 25th:nggatau masih hidup atau engga ., 

wallahuallam bissawab.

Friday, January 22, 2010

kata papa

    Beberapa bulan kebelakang saya lebih sering ditimpa kemalangan, ketidakberuntungan, unpredictable (you named it) diantara kejadian kesenangan, keberuntungan, keberhasilan. padahal lebih banyak eksternal factors berperan. saya mengeluh dan mengeluh pada papa. papa mendengarkan diam tanpa bicara tanpa ekspresi. groakk.*
beberapa saat kemudian (setelah menutup koran yang dibaca) papa bicara: "coba dievaluasi teh, terkadang itu disebabkan oleh kita sendiri. kaya yang teteh alami kmrn itu karena memang sepertinya kamu kurang sedekah. perihal diperlakukan begitu oleh orang nah coba tanya ke diri sendiri..bagaimana teteh suka memperlakukan orang?? and the bla-bla-blas."

so? mau begemana aku sekarang.? heheu. mau ngeluh malu, mau nyalahin orang, eh ya udah kejadian.
tapi manusiawi kok kita protes=mengeluh=mencerca. karena kita diberi rasa dan ekspresi. tapi mungkin sebaiknya jangan kelamaan yaa. menurut yang sudah-sudah mah itu teh bahaya. selain dosa juga bikin kita malah sakit. (nah itu baru internal factors. ;p)

Tuesday, January 19, 2010

BABY SYAN



Baby Syan. Gempal dan menyejukkan ibarat udara segar milik Lembang yang dihirup pagi hari. Indah dipandang dan menggemaskan. Walaupun jarang bertemu saya memperhatikannya dari jauh, memperhatikan dia yang sedang belajar berdiri, berusaha mengatur keseimbangan agar mampu menahan tubuhnya. Saat dia jatuh, tawa-lah yang pertama kali keluar dari bibirnya yang mungil tekayii. ;) setelah itu dia bangkit lagi belajar berdiri, lagi. Baby aja ngga kapok2, hmm..saya??!! keder duluan kalo jatoh.


Sekian tentang baby syan. Sekarang saya mengajak kamu (iya, bener kamu!) untuk bergerak pindah out of the box. Cobalah kalian berlatih berdiri dengan satu kaki, awalnya pasti terombang-ambing bahkan tumbang bukan.? Perlahan tapi pasti, kalian berusaha menyeimbangkan badan karena tidak ingin jatuh lagi. 

Nah, contoh itulah yang saya ibaratkan sebagai MATURITY.
Teori saya: “ tidak ada titik klimaks dalam mencapai sebuah maturity. “

    Pemikiran ini berawal dari seorang teman berwawasan luas juga cerdas yang bertanya tentang bagaimana pandangan saya tentang parameter kedewasaan dan saat kapan seseorang bisa dikatakan dewasa. 
WAAAAH, sebenernya yaah SOK BETUL BANGET rasanya kalo harus berteori dan berkomentar kaya diatas. heheu. Mohon maaf lahir batin atas ke-SOTOY-an saya. Tapi saya mau belajar dan sambil belajar. =D


Oke, balik lagi ke perihal berlatih berdiri dengan satu kaki.
Exercise ini (kaya fitness aja.RED ;p) bisa jadi contoh simpel untuk tau gimana cara menjadi seimbang. Jika sudah seimbang, badan kalian akan stabil. Nah stabil ini sifatnya temporary karena suatu saat kita pasti akan jatuh juga. Intinya adalah fokus ke proses. Buat saya stabil disini equals to beranjak dewasa. Perihal jatuh dan berbuat salah?? Hmm, manusia itu kan tempatnya berbuat salah (mengutip kata sahabat). Yang bisa dilakukan adalah berusaha untuk memperbaiki diri bagaimana untuk berdiri stabil tanpa jatuh dalam waktu yang lama, lebih lama, semakin lama. Jadi..orang sekitar (keluarga, teman, pacar, etc.) ngga kerepotan harus menahan atau menggendong karena kita oleng. =D 
Yah, hidup memang tidak sesimpel tulisan berlatih berdiri dengan satu kaki ini, tapi diambil point dan manfaatnya aja yaa. =D


Inspired By: Baby Syan.
yang mengajarkan saya sesuatu yang sederhana namun bermanfaat.